Jumat, 27 Januari 2012

INCOME TAMBAHAN


INCOME TAMBAHAN

Sudahkan Anda Berusaha Maksimal untuk Memperoleh Income Tambahan?

Apa yang sudah anda lakukan untuk memperoleh income tambahan? Apakah selama ini anda hanya mengandalkan dari gaji bulanan? Apakah anda ingin melewatkan masa muda anda begitu saja? Tidak inginkah anda mengukir sejarah hidup anda untuk menjadi seseorang yang sukses dan menjadi kebanggan anak cucu anda? Ataukah anda pasrah dan melewatkan masa muda dan kehidupan anda menjadi "biasa-biasa saja"? Apa yang bisa anda banggakan untuk mendidik anak-anak anda? Siapa nanti yang akan mereka contoh? Relakah anda ketika anda yang menjadi orang tua mereka, sementara yang mereka contoh justru orang lain karena orang lain lebih hebat, orang lain lebih sukses, orang lain lebih kaya, orang lain lebih giat, lebih cerdas dst..dst..
Tentu tiap orang tua ingin anaknya nanti memiliki "barometer"? Orang tua akan bahagia kalau anaknya bisa lebih baik dari orang tuanya. Kalau kita sebagai orang tua bermalas-malasan, mudah putus asa, suka berhutang daripada mencari income tambahan, banyak nonton TV daripada membaca, banyak menyanyi daripada berpikir, banyak mengeluh daripada bersyukur, banyak murung daripada tersenyum dan banyak memarahi daripada memaafkan tentulah anak-anak tumbuh dan berkembang dibawah bayang-bayang kelam orang tua. Jangan salahkan mereka kalau kelak mereka menjadi seperti anda, karena orang yang berhak disalahkan adalah ANDA SENDIRI.
Untuk itu ubahlah kebiasaan buruk anda, ubahlah nasib anda, dan jadilah orang yang "Luar Biasa". Jangan berorientasi ke hasil, tapi berorientasilah ke usaha dan kerja keras. Kelak yang anak anda contoh adalah kerja keras anda, semangat hidup anda dan kesabaran anda. Berapapun hasilnya sukurilah, apapun hasilnya tersenyumlah, dan betapun beratnya bersabarlah suatu saat anda akan menikmati buah hasil jerih payah anda di dunia dan di akherat kelak.
Berjuta peluang usaha tersedia di kehidupan ini, yang anda lakukan adalah banyaklan mencari teman, perbanyaklan membaca, perbanyaklah mengikuti seminar ataupun ceramah yang diberikan oleh pakar-pakar bisnis. Peluang bisnis akan muncul dari bertambahnya ilmu dan pengetahuan anda. Ingat "Memiliki ilmu pengetahuan yang baik, berarti mempunyai modal yang kuat"
Kalau saat ini anda hidup pas pasan, mungkin karena ilmu anda juga pas pasan. Kalaulah saat ini anda diberi modal 50 juta, boleh jadi dengan ilmu pas-pasan yang anda miliki modal itu akan lenyap bahkan akan anda belikan sesuatu yang bersifat konsumtif seperti motor, baju, atau peralatan elektronik lainnya. Setelah itu anda kembali hidup seperti semula..yaitu pas-pasan.
Orang yang berilmu tentu akan berbeda, kalau dia diberi modal 120 ribu, bisa dia gandakan menjadi 10 kali lipatnya bahkan lebih. Dan ini real..nyata..dan ada buktinya. Bagi yang tidak berilmu akan menjawab Mustahil, bagi yang berilmu akan menjawab tentu sangat mungkin.
Beberapa bulan yang lalu saya undang teman untuk investasi 120 ribu untuk membeli domain business-letter-samples.com dan dengan domain baru tersebut saya buat website. Dan Alhamdulillah sekarang saya sudah mendapatkan $118 USD dari google adsense. Bahkan penghasilan itu akan terus mengalir selama google adsense belum tutup karena saya memperoleh income dari pengunjung website saya. Itu baru salah satu contohnya.
Tentulah untuk mencari income tambahan tidak sebatas bisnis online, masih banyak peluang bisnis yang akan muncul seiring bertambahnya ilmu anda. Untuk itu perbanyaklah ilmu, kurangi hiburan, kurangi hura-hura dan mulailah dengan belajar dan berpikir.
Dua jenis ilmu yang menurut kami cukup sebagai langkah awal anda dalam menuntut ilmu yaitu
  1. MENABUNG YANG BENAR
  2. INVESTASI DAN BISNIS
MENABUNG YANG BENAR
Apakah ada menabung yang salah? Salah sih tidak tapi kurang menguntungkan "iya". Kalau ada cara menabung yang menguntungkan kenapa pilih yang biasa atau konvensional. Kalau anda berniat menabung entah itu untuk hari tua, modal bisnis atau pendidikan anak maka menabunglah dalam bentuk emas batangan. Tiap tahun harga emas dijamin naik, dulu tahun 2003 harga emas pergram masih 90 ribuan sekarang sudah 350 ribu per gram. Kenaikan yang sangat banyak. Penjelasan semacam ini sudah sangat banyak di halaman lain pada web ini. Anggap saja perbulan anda sisihkan 1 gram, maka 1 tahun menjadi 12 gram. Kalau 5 tahun kan menjadi 60 gram. Tetapi ada jurus jitu untuk mengoptimalkan uang anda, sehinggan dengan modal kecil bisa mendapat emas sebanyak-banyaknya. Rahasia ini ada di www.kebunemas.com . Web tsb menjual panduan dalam bentuk ebook yang isinya sangat menggugah kesadaran anda akan pentingnya menyimpan emas. Belilah ebook tersebut sebagai tambahan ilmu anda.
INVESTASI DAN BISNIS Setelah dari menabung dengan metode diatas terkumpul modal yang cukup, saatnya anda gunakan modal tersebut untuk mencoba bisnis yang lain. Bisnis Properti. Ya mungkin anda menganggap bisnis tersebut hanya untuk orang kaya dengan modal raksasa. Jangan kuatir ada panduan dalam bentuk ebook untuk memulai bisnis properti dengan modal kecil. Nama ebook tersebut adalah Membeli Properti Tanpa Uang.
Atau bisa juga anda belikan tanah produktif bisa berupa tanah pertanian dan perikanan. Agrobisnis juga termasuk bisnis yang cukup menjanjikan, apalagi tiap tahun lahan pertanian makin sempit sementara kebutuhan akan pangan ( beras, sayuran, ikan ) makin meningkat. Akibatnya supply lebih kecil dari demand. Sehingga harga produk dari sektor ini cenderung makin bagus. 

MENGATUR PENGELUARAN


Beberapa orang menyebutkan, apakah bisa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan gaji pas-pasan, bisa menghidupi seluruh keluarga selama satu bulan dan menyekolahkan kita sampai perguruan tinggi? Seperti yang kita ketahui, semakin hari kebutuhan sandang dan pangan harganya semakin naik. oleh karena itu, tidak sedikit masyarakat menengah ke bawah tidak sanggup untuk menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang tinggi. Untuk biaya makan sehari-hari pun mereka harus banting tulang dari pagi sampai malam. Namun dibalik semua itu, tentunya masih banyak cara untuk menyiasati masalah tersebut dan jangan heran karena ternyata cara itu sangatlah mudah. Kuncinya hanyalahmanagement salary.

Seperti yang dialami oleh teman saya, sebut saja Widya. Lajang berusia 25 tahun ini mendapatkan gaji per bulannya Rp 3 juta. Namun, uang itu selalu dirasa kurang. Setiap akhir bulan, ia harus mengais-ngais uang di tabungan. Bahkan tak jarang harus meminjam teman, kakak ataupun ibunya demi melanjutkan hidup di sisa bulan. Satu kesalahan Widya, ia tak pernah mencatat pengeluarannya selama sebulan. Uang dibiarkan mengalir sesuai keinginan, bukan kebutuhan. Maklum di usia kerja yang baru berjalan hampir dua tahun, Widya merasa ingin bersenang-senang menikmati gajinya dulu.

Sebenarnya inti dari dari sebuah pengelolaan gaji adalah agar gaji kita selain cukup digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari, juga bisa disisihkan untuk tabungan masa depan. Nah, tabungan ini bisa benar-benar untuk masa depan, bisa juga untuk kebutuhan tak terduga.

Menurut para perencana keuangan, berdasarkan penggunaan penghasilan tiap bulan, pengeluaran kita bisa dibagi menjadi empat pos, yaitu:

1. Pos pengeluaran untuk biaya hidup sehari-hari
2. Pos pengeluaran cicilan utang
3. Pos pembayaran premi asuransi
4. Pos untuk tabungan dan investasi

CICILAN DAN TABUNGAN

Sekarang kita sudah mengetahui apa saja pos-pos pengeluaran wajib tiap bulan. Lalu, mana dari keempat pos tadi yang harus didahulukan?

Prioritas pertama tentunya membayar cicilan utang. Jika tidak hidup kita tidak akan tenang dikejar-kejar penagih utang. Untuk pos ini dana yang diperlukan adalah maksimal 30% dari penghasilan per bulan. Itu sudah mencakup semua cicilan utang, misalnya cicilan rumah, mobil, barang kreditan, dan kartu kredit.

Prioritas kedua adalah tabungan dan investasi (jika ada) yang manfaatnya bisa diraih di masa depan. Tak butuh banyak kok, minimal hanya 10 % dari penghasilan per bulan (lebih besar, lebih baik).

Prioritas ketiga, membayar premi asuransi. Untuk asuransi, anggarannya antara 10-20 persen dari penghasilan per bulan. Jika Anda tak memiliki asuransi, bisa langsung ke prioritas berikutnya. Namun, jika tertarik, aturan mainnya, jangan membeli asuransi terlalu banyak. Cukup pilih yang bisa untuk mengantisipasi risiko dan ambil premi dengan paket hemat.

Terakhir adalah pengeluaran untuk biaya hidup sehari-hari. Ini mencakup makan, transportasi, pulsa, hiburan, dan sebagainya. Mengapa kebutuhan sehari-hari ditempatkan sebagai prioritas terakhir? Karena kebutuhan ini lebih fleksibel. Artinya, kita bisa melihat kebutuhan apa dari pos ini yang dananya bisa ditekan atau dikurangi. Misalnya anggaran untuk transportasi. Karena nebeng teman, Anda bisa menghemat uang transport. Yang harus Anda sisihkan untuk pos keempat idealnya adalah 50 % dari penghasilan per bulan.
 

PENGHASILAN TIDAK CUKUP


Dikutip dari Danareksa.com
“Aduh..gaji cuma numpang lewat aja nih !“ kalimat ini sepertinya tidak asing bukan ? Kita mungkin secara tidak sadar pernah mengucapkannya atau paling tidak pernah terlintas dipikiran atau mendengar teman-teman Anda mengucapkan kalimat ini. Anehnya kalimat ini seringkali terucap pada saat belum lama orang gajian. Orang sering mengeluh karena penghasilannya dirasa terlalu kecil sehingga tidak memiliki cukup uang untuk beli ini itu. Biasanya kalau sudah begitu orang menuding kenaikan harga-harga sebagai biang keladi gaji yang tak pernah cukup. Mulai dari sembako sampai barang kebutuhan sehari-hari lainnya seperti susu, pasta gigi, sabun, mi instant, bahkan baju, sepatu, dan kosmetik, semuanya merambat naik. Belum lagi kenaikan tarif telpon, listrik, air, atau biaya transportasi, yang semakin membuat pengeluaran Anda membengkak. Jangan lupa lho, biaya pendidikan anak-anak berikut buku-buku pelajaran sekolahnya juga rajin sekali naik tiap tahunnya. Masalahnya, belum tentu kenaikan harga-harga ini selalu diimbangi dengan kenaikan penghasilan kita, bahkan tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya
Namun kenaikan harga-harga bukanlah satu-satunya penyebab gaji yang tidak pernah cukup. Sebab ada juga orang yang merasa penghasilannya tidak pernah cukup, tidak perduli sudah berapa kali kenaikan gaji yang diterimanya. Mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya, dimana pernah menarik ratusan atau puluhan tibu rupiah dari ATM kemudian menyimpannya di dompet dan tiba-tiba menyadari tidak berapa lama setelahnya uang Anda di dompet sudah hampir habis ? Anda mungkin sudah tidak ingat lagi untuk apa saja uang itu dibelanjakan.
Jika Anda berusaha mengingatnya, yah….kemungkinan besar paling-paling habis untuk beli majalah,koran, secangkir capucino, beli makanan kecil, atau rokok. Belanjaan kecil-kecil seperti tanpa disadari kalau kita kumpulkan jumlahnya besarnya juga. Padahal jika kita mengeluarkan uang setiap hari untuk belanjaan kecil, maka kalikan saja dengan jumlah hari dalam setahun.
Saya yakin Anda akan terpukau melihat berapa besarnya jumlah yang Anda belanjakan untuk belanjaan kecil. Itu baru belanjaan kecil, belum lagi biaya berlangganan TV kabel, baju-baju yang Anda beli saat diskon tapi belum sempat dipakai, iuran keanggotaan fitness, dan lain-lain. Rasanya semakin hari semakin sulit membedakan keinginan dan kebutuhan disebabkan tuntutan gaya hidup yang sulit dipuaskan.
Mengapa antara penghasilan dan pengeluaran kita seringkali seperti berlomba – lomba mengalahkan siapa yang paling besar ? Padahal rasanya kita tidak pernah belanja berlebihan atau sengaja menghambur-hamburkan uang. Biasanya yang terjadi adalah saat penghasilan kita bertambah maka kita terdorong untuk berbelanja lebih banyak lagi.
Akibatya sama saja, berapapun kenaikan penghasilan kita selalu saja tidak pernah cukup. Nah.. apa yang harus kita lakukan agar seberapapun penghasilan yang kita miliki bisa mencukupi kebutuhan kita dan bisa membantu kita mencapai tujuan keuangan lainnya.
Kenali Penyebab Tidak Cukupnya Penghasilan Kita
Mari kita analisa dulu apa saja penyebabnya yang membuat penghasilan kita serasa tidak pernah cukup.

  1. Kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi. Setiap tahun harga barang dan jasa-jasa mengalami kenaikan secara alamiah, yang bisa kita kenal dengan inflasi. Akibatnya dengan jumlah uang yang sama kita tidak lagi bisa mendapatkan atau membeli barang dan jasa sebanyak sebelumnya, sebab nilai uang jadi menurun. Masalahnya jika penghasilan kita tetap atau jika kenaikan penghasilan kita tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa, sudah pasti penghasilan kita tidak cukup. Apalagi jika sudah didera inflasi ditambah lagi kebutuhan kita terhadap barang dan jasa terus meningkat namun penghasilan kita tidak bertambah, bisa-bisa kita mengalami penurunan kesejahteraan hidup.
  2. Menganut gaya hidup di luar kemampuan finansial, merupakan sumber dari hampir seluruh masalah keuangan keluarga. Penyebab utama defisit biasanya dipicu sifat boros sehingga membuat kita belanja diluar anggaran. Selain itu kita juga perlu waspadai beberapa pos pengeluaran yang sering jumlahnya terlalu besar seperti tagihan telpon, busana & aksesoris, barang- barang elektronik, hadiah dan sumbangan. Percaya atau tidak, kebanyakan dari pengeluaran itu sebenarnya tidak wajib. Misalnya, ngobrol di telpon selain tidak wajib juga bisa membuat tagihan telpon membengkak. Beli baju baru tidak harus sebulan sekali, mungkin bisa 2 bulan sekali,
  3. Hutang dengan sistem bunga berbunga. Tagihan kartu kredit yang dibayar minimal saja akan membuat tagihan kita membengkak. Belum lagi kalau kita terlambat membayarnya, sudah pasti terkena biaya keterlambatan. Barang kreditan dengan cicilan ringan juga terkadang membuat kita terlena, tanpa disadari pengeluaran bulanan jadi besar karena terlalu banyak mengambil barang kreditan. Begitu juga dengan cicilan bulanan hutang jangka panjang seperti kredit rumah atau mobil. Dengan maksud ingin buru-buru secepatnya melunasi hutang, maka orang seringkali memaksa mengambil jangka waktu kredit yang pendek namun cicilannya besar. Padahal jika total cicilan hutang bulanan terlalu besar, akibatnya penghasilan kita mungkin tidak cukup untuk membayar kebutuhan rumah tangga lainnya,
  4. Pengeluaran tak terencana. Belum lagi kalau ada saudara dekat yang pinjam uang, sumbangan uang untuk perkawinan, atau membelikan hadiah untuk seseorang yang berulang tahun, walaupun sesekali namun nampaknya karena budaya kekerabatan kita dekat ditambah lagi teman-teman Anda juga banyak mau tidak mau setiap bulan tanpa direncanakan harus keluar uang untuk ini.
Jurus Ampuh Agar Penghasilan Kita Cukup
Setelah mengenal berbagai penyebab tidak cukupnya penghasilan kita, maka saatnyalah kita mencari obat penyembuhnya. Tiga jurus ampuh berikut ini bisa di praktekkan untuk mengatasi penghasilan yang tidak pernah cukup, dan lebih dari itu bisa juga membantu Anda mengembangkan dan menambah harta kekayaan Anda.Jurus Ampuh 1 : Mulailah Kebiasaan Berinvestasi
Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengalahkan inflasi, karena inflasi terjadi secara alami dan di luar kemauan kita. Inflasi selain bisa membuat kita defisit, juga bisa menggerogoti harta kekayaan kita jika tidak membuatnya berkembang biak ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi dari asumsi tingkat bunga inflasi.
Karena itu milikilah anggaran untuk investasi agar hasil keuntungan hasil investasi bisa menambah penghasilan kita. Mulailah dengan menghidupkan kebiasaan menabung sebesar minimal 10% dari penghasilan kita dan terus ditingkatkan jumlahnya sejalan dengan kenaikan penghasilan kita dan biasakanlah membayar tabungan kita dahulu sebelum membayar keperluan lainnya.
Jurus Ampuh 2 : Biasakan Untuk Membuat Anggaran Belanja Bulanan.
Tidak peduli berapapun penghasilan kita baik besar maupun kecil, memiliki anggaran belanja bulanan sangat penting karena akan membuat pengeluaran kita lebih terkendali. Kuncinya adalah membuat anggaran pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, dan biasakan berbelanja hanya sebesar jumlah yang sudah dianggarkan saja. Dengan mematuhi anggaran yang kita buat sendiri, kita tetap bisa berbelanja tanpa mengalami defisit. Dengan anggaran juga kita bisa memilah mana pos pengeluaran wajib dan mana yang tidak wajib. Tidak perlu menghilangkan pengeluaran tidak wajib jika tidak mau, namun karena tidak wajib kita bisa lebih leluasa untuk menguranginya. Karena itu belajarlah untuk membedakan mana pengeluran yang wajib, mana yang tidak wajib, mana keinginan dan mana kebutuhan.
Jurus Ampuh 3 : Batasi Cicilan Hutang Bulanan
Kewajiban cicilan hutang bulanan seperti cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan barang kreditan, dan cicilan hutang kartu kredit, jika di total semuanya sebaiknya tidak melebihi 30 % dari penghasilan bulanan. Dengan demikian 70% sisanya dari penghasilan kita dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup lainnya dan juga investasi.
Semakin kecil porsi hutang kita ( kurang dari 30% ), maka akan semakin besar sisa penghasilan bulanan yang menganggur yang bisa dimasukkan ke investasi, sehingga akan semakin baik pula kondisi keuangan kita.
Jurus Ampuh ke 4 : Miliki Dana Cadangan
Untuk mengatasi pengeluaran yang tidak terduga dan tidak terencana, sebaiknya memang tidak mengambil dari gaji rutin Anda. Sebab gaji rutin memang diperuntukkan untuk pengeluaran yang rutin juga. Sedangkan untuk pengeluaran rutin, sebaiknya diambil dari Dana Cadangan. Dana cadangan ini bisa berbentuk sejumlah uang yang Anda simpan direkening di bank, sehingga Anda bisa mengambilnya dengan cepat saat terjadi keperluan mendadak. Bentuklah dana cadangan minimal tiga kali pengeluaran Anda perbulan.
Namun jika penghasilan Anda tidak rutin atau penghasilan anda belum stabil maka sebaiknya dana cadangan yang dibentuk lebih besar lagi, misalnya 6 kali pengeluaran keluarga per bulan. Jika saat ini Anda sudah memiliki sejumlah dana tertentu sesuai dengan kebutuhan jumlah minimal Dana Cadangan maka pisahkan dana ini ke dalam sebuah rekening tersendiri. Jika Anda sama sekali tidak mempunyai simpanan uang tunai, maka segeralah berusaha menyisihkan minimal 10% secara rutin setiap bulannya dari gaji Anda.
Jika sudah tercapai sejumlah Dana Cadangan yang ditargetkan, maka Anda bisa berhenti membentuk Dana Cadangan, dan kegiatan setoran rutin tabungan tadi bisa dialihkan ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi. Jika sewaktu-waktu Dana Cadangan terpakai, maka segeralah isi kembali, sampai sejumlah target Dana Cadangan nya tercapai.